Rabu, 05 Desember 2018

Feature perjalanan/Petualangan
  
  Feature ini biasanya ditulis oleh pelaku perjalanan atau petualang secara langsung, tulisan ini mengungkap laporan kisah perjalanan, fakta-fakta yang ditemui, dan kesan-kesan yang dirasakan selama perjalanan itu. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau “kami” (sudut pandang—point of view—orang pertama). Ambil contoh tentang perjalanan ke desa-desa kecil yang masih kental dengan tradisi lama. Perjalanan itu bisa Anda tuangkan dalam sebuah tulisan bergaya feature yang menarik. Itu sebabnya, disarankan untuk membawa buku catatan kecil untuk menuliskan semua peristiwa yang dialami sebagai bahan penulisan. Pokoknya, sip deh.

Contoh: Maranggap Sebagai Tradisi Suku Batak Di Kampung Jawa Pasar 

  Berbicara tentang tradisi, suku batak mempunyai banyak sekali tradisi yang hampir terlupakan, namun tidak di tanak kelahiran kami. Kampung Jawa Pasar ya sebutan untuk suatu wilayah pedesaan kecil yang masih sangat kental dengan tradisi bataknya yaitu Maranggap.
  Tradisi Maranggap adalah suatu kebiasaan yang dilakukan di rumah warga yang baru lahiran. Maranggap dilakukan oleh kaum Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang secara bergantian akan mengunjungi rumah warga yang sedang lahiran itu. 
  Kita ketahui terselip kelebihan dari tradisi ini, yaitu untuk lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama warga karena dalam acara maranggap itu para tamu yang datang dapat salingf bertukar cerita, dan bagi bapak-bapak yang lain pula bisa melakukan permainan kartu yang semua fungsinya untuk saling memperkuat sikap respek sosial yang baik.
   Desa ini dikenal dengan sebutan Kampung Jawa Pasar, namun jangan salah masyarakat yang tinggal disana sebagian besar adalah kita orang batak. Karena penduduk besarnya masyarakat batak maka tradisi batak yang hampir terlupakan saja tetap berjalan dengan baik disana. Kami sebagai warga di desa ini sangat merasakan tali kekeluargaan yang tetap terjaga. Banyak dari berbagai tempat datang untuk mengadu nasib di desa ini, karena desa ini sudah terkenal dengan ramahnya warga yang selalu ramah dalam menerima orang-orang baru. Desa ini terletak di Pangkatan, Sumatera Utara, Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar