Peluang dan Tantangan Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0
A. Pengertian Revolusi Industri 4.0
Revolusi Industri 4.0 adalah suatu tren otomasi dan pertukaran data
terkini dalam teknologi pabrik mencakup sistem siber-fisik, internet
untuk segala, komputasi awan dan komputasi kognitif. Secara singkst Indusri 4.0 adalah suatu industri
yang segala penggunaannya serba digital. Industri ini menggabungkan antara
teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi.
B. Peluang Revolusi
Industri 4.0
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan program Making
Indonesia 4.0 yang merupakan peta jalan (roadmap) terintegrasi dan kampanye
untuk mengimplementasikan strategi menghadapi era revolusi industri ke-4
(Industry 4.0). Roadmap tersebut akan diluncurkan pada 4 April 2018. Industri
ini merupakan tulang punggung, dan diharapkan membawa pengaruh yang besar dalam
hal daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar
ekonomi dunia di 2030. Kelima sektor inilah yang akan menjadi contoh bagi
penerapan industri 4.0, penciptaan lapangan kerja baru dan investasi baru
berbasis teknologi.
Industri 4.0 di Indonesia akan menarik investasi luar negeri maupun
domestik di Indonesia, karena industri di Indonesia lebih produktif dan sanggup
bersaing dengan negara-negara lain, serta berusaha semakin baik yang disertai
dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam mengadopsi teknologi.
Revolusi mental juga harus dijalankan, mulai dari mengubah mindset negatif dan
ketakutan terhadap industri 4.0 yang akan mengurangi lapangan pekerjaan atau
paradigma bahwa teknologi itu sulit. Kita harus berusaha untuk terus-menerus
meningkatkan kemampuan belajar, ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan era
industri 4.0, sehingga kita akan mempunyai daya saing yang lebih kuat. Kita
tentu berharap industri 4.0 tetap dalam kendali. Harus tercipta kesadaran
bersama baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, bahwa perubahan
besar dalam industri 4.0 adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Dengan
segala potensi yang ada kita harus menjadi pelaku aktif yang mendapat manfaat
atas perubahan besar itu. Tantangan ke depan adalah meningkatkan skill tenaga
kerja di Indonesia, mengingat 70% angkatan kerja adalah lulusan SMP. Pendidikan
sekolah vokasi menjadi suatu keharusan agar tenaga kerja bisa langsung terserap
ke industri. Harapannya tingkat inovasi Indonesia yang saat ini berada
diperingkat 87 dunia bisa terus meningkat sehingga lebih kompetitif di era
transisi teknologi saat ini. Kesimpulannya revolusi industri 4.0 bukanlah suatu
kejadian yang menakutkan, justru peluang makin luas terbuka bagi anak bangsa
untuk berkontribusi
C. Tantangan
Revolusi Industri 4.0
1. Daya saing dan keunggulan bersaing dengan sejumlah negara. Persaingan dengan negara lain tidak bisa dihindari karena sekat bangsa dan negara akan pudar seiring kemajuan teknologi digital. Daya saing dan keunggulan bersaing harus dipandang secara utuh, baik dari sisi kemampuan ekspor produk dan jasa maupun dari sisi kemampuan memenuhi permintaan dalam negeri.
2. Revolusi industri 4.0 harus memiliki struktur dasar yang kokoh dan seimbang, pilar kuat dan berdaya saing. Dibutuhkan lingkungan bisnis yang kondusif dan memberdayakan (empowering). Struktur dasar yang kokoh dan seimbang dimaksudkan sebagai berkembangnya industri-industri unggulan yang memproduksi dan mengembangkan barang atau jasa.
3. Tantangan yang akan dihadapi adalah produk olahan lanjutan dengan pendekatan teknologi digital. Pemerintah sudah harus mengurangi penjualan produk mentah karena itu akan menghambat kebangkitan industri nasional. Pengembangan industri bahan bakar alternatif sangat mungkin dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar mentah.