Kamis, 23 Mei 2019

Peluang dan Tantangan Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0


Peluang dan Tantangan Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri  4.0

 

A. Pengertian Revolusi Industri 4.0

         Revolusi Industri 4.0 adalah suatu tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan dan komputasi kognitif. Secara singkst Indusri 4.0 adalah suatu industri yang segala penggunaannya serba digital. Industri ini menggabungkan antara teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi.

B. Peluang Revolusi Industri 4.0
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan program Making Indonesia 4.0 yang merupakan peta jalan (roadmap) terintegrasi dan kampanye untuk mengimplementasikan strategi menghadapi era revolusi industri ke-4 (Industry 4.0). Roadmap tersebut akan diluncurkan pada 4 April 2018. Industri ini merupakan tulang punggung, dan diharapkan membawa pengaruh yang besar dalam hal daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia di 2030. Kelima sektor inilah yang akan menjadi contoh bagi penerapan industri 4.0, penciptaan lapangan kerja baru dan investasi baru berbasis teknologi.
Industri 4.0 di Indonesia akan menarik investasi luar negeri maupun domestik di Indonesia, karena industri di Indonesia lebih produktif dan sanggup bersaing dengan negara-negara lain, serta berusaha semakin baik yang disertai dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam mengadopsi teknologi. Revolusi mental juga harus dijalankan, mulai dari mengubah mindset negatif dan ketakutan terhadap industri 4.0 yang akan mengurangi lapangan pekerjaan atau paradigma bahwa teknologi itu sulit. Kita harus berusaha untuk terus-menerus meningkatkan kemampuan belajar, ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan era industri 4.0, sehingga kita akan mempunyai daya saing yang lebih kuat. Kita tentu berharap industri 4.0 tetap dalam kendali. Harus tercipta kesadaran bersama baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, bahwa perubahan besar dalam industri 4.0 adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Dengan segala potensi yang ada kita harus menjadi pelaku aktif yang mendapat manfaat atas perubahan besar itu. Tantangan ke depan adalah meningkatkan skill tenaga kerja di Indonesia, mengingat 70% angkatan kerja adalah lulusan SMP. Pendidikan sekolah vokasi menjadi suatu keharusan agar tenaga kerja bisa langsung terserap ke industri. Harapannya tingkat inovasi Indonesia yang saat ini berada diperingkat 87 dunia bisa terus meningkat sehingga lebih kompetitif di era transisi teknologi saat ini. Kesimpulannya revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru peluang makin luas terbuka bagi anak bangsa untuk berkontribusi



C. Tantangan Revolusi Industri 4.0


1. Daya saing dan keunggulan bersaing dengan sejumlah negara. Persaingan dengan negara lain tidak bisa dihindari karena sekat bangsa dan negara akan pudar seiring kemajuan teknologi digital. Daya saing dan keunggulan bersaing harus dipandang secara utuh, baik dari sisi kemampuan ekspor produk dan jasa maupun dari sisi kemampuan memenuhi permintaan dalam negeri.

2. Revolusi industri 4.0 harus memiliki struktur dasar yang kokoh dan seimbang, pilar kuat dan berdaya saing. Dibutuhkan lingkungan bisnis yang kondusif dan memberdayakan (empowering). Struktur dasar yang kokoh dan seimbang dimaksudkan sebagai berkembangnya industri-industri unggulan yang memproduksi dan mengembangkan barang atau jasa. 

3. Tantangan yang akan dihadapi adalah produk olahan lanjutan dengan pendekatan teknologi digital. Pemerintah sudah harus mengurangi penjualan produk mentah karena itu akan menghambat kebangkitan industri nasional. Pengembangan industri bahan bakar alternatif sangat mungkin dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar mentah.